Minggu, 17 April 2022

A Little Story (Based On True Story)

  Nama ku Arend, aku adalah warga keturunan China akan tetapi aku tinggal di suatu negara yang amat jauh dari asalku. Saat masih kecil aku hidup bahagia dalam sebuah keluarga yang awalnya baik baik saja, akan tetapi ada salah satu anggota keluarga ku yang bertentangan dengan ku hingga sekarang hanya karena urusan Agama.
 Yah sungguh, hanya karena Agama. Sedikit bercerita pada awalnya aku memiliki sebagian keluarga besar yang tinggal Satu rumah, sebelum akhirnya terpecah-belah. Dan kami memiliki agama-agama yang beragam, dan kami sangat menghargai perbedaan dalam keberagaman. Akan tetapi ada satu orang sebut saja si X, yang sangat fanatik dengan ajarannya, dan tidak mau mengenal orang yg bukan berasal dari golongan keyakinannya. Suatu saat sewaktu aku di sekolah dasar, aku mendapatkan peringkat yang bagus, aku masuk ke 3 besar di angakatan ku. Aku juga mendapatkan sebuah penghargaan nilai Ilmu Pengetahuan Alam tertinggi di sekolah ku. Tentu hal ini menjadi buah bibir dan kebanggaan kecil di keluarga ku, dan sampailah ke telinga si X ini, yang notabene dia adalah salah seorang paman ku. Bukannya ikut senang akan tetapi dia hanya mengatakan bahwa dia tidak akan merasa bangga jika aku tidak bisa melakukan kewajiban Agama yang dia anut, padahal dia sudah tahu Agama kami tentu berbeda. Sejak saat itu aku merqsa prestasi tidak begitu penting, penghargaan piagam hanyalah kertas belaka, dan sekarang Entah kemana dokumen piagam itu.
 Saat aku hampir menginjak masa remaja ada beberapa kendala yang menggoyahkan ekonomi keluarga ku, bahkan sejak saat itu aku mulai merasakan dunia serasa tak adil, bahkan dalam keluarga ku yang semula baik baik saja, terjadi perpecahan sedikit demi sedikit. Dan saat ini ibuku menjadi sedikit protektif terhadap kondisi keuangan anaknya.
 Sewaktu aku masih sekolah aku suka berjualan di sekolah untuk sekedar menambah uang jajan ku, hingga berulang Kali aku ditegur oleh bpk/ibu guru terapi aku tetap saja berjualan, karena itulah caraku agar nantinya aku bisa menikmati makanan kecil di kantin jika aku ingin, ya, hanya jika aku ingin. Mengetahui aku berjualan untuk menambah kebutuhan jajan ku, membeli alat tulis, dan terkadang jalan bareng teman-teman awalnya aku dipuji sana sini dalam keluarga ku, yaahh, meskipun belum cukup untuk membayar sekolah, aku bersekolah di sekolahan swasta yang mungkin mahal bagiku tetapi tidak untuk orang lain. Oleh sebab itu aku sedikit mendapat tekanan batin oleh keluarga intiku, dan ketika aku berkata aku bermimpi aku ingin membeli ABCD kelak dengan uang hasil jerih ku sendiri ibuku yang dahulu selalu mendukung ku, saat itu dia mendukung tapi seakan tidak.
 Ketika ku mengucapkan mimpi ku misal; jika aku sudah punya uang sendiri aku ingin ikut temanku untuk berkumpul dan nongkrong seperti anak seusia ku pada umumnya, ibu selalu berkata kepada silakan saja tapi ibu ikut ngumpul, kalau tidak sama ibu sama dengan boros tapi kalau sama ibu tidak. Aku sungguh penat sampai sekarang.
 Setelah aku lulus dari sekolah menengah pertama, aku melanjutkan ke sekolah kejuruan, disana juga mulai banyak godaan godaan dari kawan kawan untuk mengajak ku berkumpul bersama, aku sering menabung diam diam, dan keluar bersama teman-teman ku. Tak jarang juga jika aku tak punya uang, aku mengajak sabahat ku berkumpul dirumah ku, meskipun hanya dengan suguhan sederhana. 
 Setiap hari aku menutupi ibuku yang sangat terlihat boleh boleh saja di depan teman ku, tetapi menghalangi di belakang mereka ketika aku diajak keluar.
 Di hadapan semua orang ibuku selalu berkata jika dia tidak pernah menganggu keuangan ku , bahkan sekarang ketika aku sudah bekerja. Iya, benar, beliau memang tidak pernah menganggu keuangan ku, akan tetapi dia selalu mengatakan keinginannya secara halus  tentang suatu barang, produk, atau kegiatan tertentu yang mana jika aku berkata nanti dulu aku ingin mengumpulkan uang terlebih dahulu, dia terlihat kesal Dan mengeluarkan beberapa kata yang lemah lembut tapi menyakitkan.
 Aku bahkan merasa bingung, terhadap jiwa iri hati beliau, bahkan dia juga iri terhadap anjingku. Jika aku atau ayah ku memberikan anjing ku sesuatu dia terkesan iri. 
 Aku bermimpi ingin jalan-jalan bersama ibuku entah kemana, dan tentunya itu membutuhkan uang yang tak sedikit. Di usiaku yang masih 21 tahun Dan Masih lajang ini, tentunya aku membutuhkan sedikit refreshing bersama teman ku. beberapa kali sahabat ku membuat rencana untuk berlibur bersama ku meskipun hanya 1 atau 2 hari dengan biaya yang sudah dia tanggung, mengetahui hal ini ibuku ingin ikut bersama kami, oleh sebab itu aku selalu menggagalkan rencana liburan ku dengan alasan aku sangat sibuk di hari H Dan ada urusan mendadak, Padahal aku hanya berdiam diri di rumah ketika aku tidak bekerja di hari itu.
 Aku hanya butuh sedikit ketenangan, aku hanya ingin sesekali menghabiskan waktu bersama sahabatku, melakukan liburan kecil, dan hanya sebentar sudah cukup, mugkin 1 atau 2 hari cukup. Tetapi ibuku secara tidak langsung telah membuat teman ku pergi dari hidupku.
 Bahkan ketika aku pergi bersama teman ku meskipun hanya sebentar, pasti di rumah sudah berfikir yang bukan-bukan. Setiap aku gajian, gaji ku selalu habis untuk membayar pinjaman. Tetapi tak jarang jarang juga ibu yang sangat kucintai mengukur rasa cinta anaknya dengan uang, tak jarang ia berkata bahwa aku tidak bertanggung jawab sebagai anak, sudah disekolahkan dengan biaya yang sangat mahal tetapi tidak pernah memberikan apa-apa kepada orang tuanya, malah temannya diajak makan enak ujarnya, padahal ketika aku pergi aku hanya membeli hidangan termurah untuk diriku sendiri dan mengambil waktu kebersamaan dengan kawan ku. Tetapi semua itu menyebabkan salah paham, sudah dijelaskan berulang Kali jika untuk jajan diri sendiri saja uang ku tak cukup bagaimana untuk lainnya tapi semua itu sia-sia. Ibuku hanya teguh dengan pikiranmya sendiri tanpa mau mendengarkan orang lain kecuali dengan satu dua lembar uang.
 Bayangan jika setelah lulus sekolah, kegiatannya hanya bekerja Dan berdiam diri dirumah saja, tentu melelahkan otak bukan? Iya, itulah yang kurasakan.

 


Note :

Untuk cerita Kali ini cukup segini dulu yaa.... semua ini berdasaekan kisah nyata 100% nyata ya kawan² ,, akan tetapi untuk menjaga privasi orang yang diceritakan, jadi nama tokoh akan mimin samarkan.


Terimakasih telah membaca blog ini ya , jangan lupa supportny yah, share and comment nya yaa..... GBU All ♥️♥️

Tidak ada komentar:

Posting Komentar